SUGENG RAWUH

Rabu, 17 Juni 2015

Sebenarnya, Hidupmu Ibarat Mimpi


By : Rudifillah el Karo

Saudaraku...
Banyak dari kita yang terlena atas apa yang ada di genggaman kita.
Kemuliaan, kehormatan dan sanjungan yang diberikan manusia menjadikan kita lupa siapa dan untuk apa kita diciptakan.
Semua titipan Allah...
Keluarga, kesehatan dan harta menutupi mata hati dari esensi penciptaan kita.
Sehingga kita lupa manakah yang fana;
Dunia ini ataukah akhirat.

Saudaraku...
Seandainya setiap keburukan yang kita perbuat Allah hadiahkan dengan satu bau busuk di tubuh kita.
Bisakah kita bayangkan, sebau busuk apa jasad kita saat ini?
Adakah lagi orang yang menghormati dan memuliakan kita?
Adakah lagi kebanggaan kita pada diri kita?
Tidak, mungkin tidak ada lagi kehormatan untuk kita...

Sungguh, kehormatan yang kita dapat sekarang karena Allah tidak membukakan aib kita.
Sungguh, sanjungan dan kemuliaan kita dapat sekarang karena Allah menghijab aib kita dari mata manusia.
Sungguh, kesantunan yang kita peroleh karena Allah tujuan kita dan tak ingin kita dilecehkan.
Maka saudaraku, jangan biarkan Allah buka aib itu karena keengganan kita beristighfar dan bertaubat.

Saudaraku...
Sadarkah kita bahwa hidup ini hanyalah ibarat mimpi?
Pemimpi akan sadar saat terbangun, ia juga melupakan sebagian besar mimpinya.
Dan seperti itulah kita saat kematian tiba.
Tersadar dan mulai faham bahwa kehidupan ini sebenarnya hanyalah fana.
Mungkin kita akan berkata : "Aku telah kembali ke kehidupan sebenarnya."
Yah, SAMA seperti PEMIMPI...

Mari kita ketuk hati kita agar tersadar.
Memahami hidup dan semua yang ada di dalamnya hanyalah ujian.
Kemuliaan, penghormatan dan kesantunan orang itu tak berharga dibanding keimanan.
Karena sebab keimananlah Allah tutupi aib dan keburukan kita...
Karena sebab keimananlah Allah akan muliakan kita di Akhirat.

Wallahu'alam.

Divisi Tarqiyah Imaniyah PSDM ODOJ
DTI/45/18/06/2015

Minggu, 14 Juni 2015

INDAHNYA AKHLAK RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WASSALLAM.

suatu ketika ada seorang lelaki Fakir dari Ahli suffah mendatangi Rasulullah dengan membawa cawan yang di penuhi oleh buah Anggur, di hadiahkan kepada Rasulullah Saw
Rasulullah mengambil cawan itu kemudian memulai memakannya
Rasulullah memakan Anggur pertama kemudian beliau tersenyum....
Rasulullah memakan buah anggur kedua beliaupun tersenyum lagi.
Lelaki Fakir tersebut serasa Hampir terbang karena saking gembiranya.
Sedangkan Para sahabat menunggu, sebab sudah merupakan kebiasaan Rasulullah akan mengajak para sahabat bergabung bersama Rasulullah dalam setiap hadiah yang di berikan kepada beliau.
Rasulullah memakan Anggur satu persatu sambil tersenyum, demi Ayah dan ibu ku sampai Habislah buah anggur yang ada dalam cawan itu.
Para Sahabat memandangnya Keheranan.
Giranglah si lelaki fakir tersebut dengan kegirangan tak terhingga. kemudian ia pergi.
Lalu bertanyalah salah seorang Sahabat. "Wahai Rasulullah, Kenapa engkau tidak mengajak kami bergabung makan bersama mu?
Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam tersenyum, lalu menjawab :
Sungguh kalian telah melihat si lelaki fakir sangat kegirangan dengan cawan yang berisi buah Anggur itu.
Sesungguhnya manakala aku mencicipi buah Anggur tersebut, Aku rasakan Pahit rasanya.
Jadi aku tidak mengajak kalian untuk makan bersama, sebab aku khawatir kalian akan menampakkan rasa pahit di wajah kalian sehingga dapat merusak kegembiraan si lelaki fakir tersebut.

Ya Rasulullah...ya Nabiyullah....ya Habibullah. .. ya Kholilullah...
Sesungguhnya engkau benar-benar memiliki budi pekerti yang mulia.

Pelajaran yg berharga...
Tidak seharus nya segala isi hati mesti kita ungkapkan secara terang2an.
Tidak semua apa yang di ungkapkan merupakan maksud yang di kehendaki.
Tidak semua apa yang telah di tuliskan adalah kenyataan hidup yang kita lalui.
Senyum yang tulus, Hati yang bersih, bergaul dengan baik, jiwa yang damai, Dan kalimat yang baik.

Mudah2 an kita selalu bisa mencontoh akhlak junjungan kita Rasulullah saw

MENGGENGGAM MASALAH.

Di Afrika, ada sebuah teknik yg unik utk berburu monyet di hutan Afrika. Si pemburu menangkap monyet dalam keadaan hidup2 tanpa hrs menggunakan senapan & obat bius.

Cara menangkapnya sederhana saja. pemburu hanya menggunakan toples berleher panjang & sempit. Toples itu diisi kacang yg tlh diberi aroma utk  mengundang monyet2 dtg. Setelah diisi kacang, toples2 itu ditanam dalam tanah dgn menyisakan mulut toples dibiarkan tanpa tutup.

Para pemburu melakukannya disore hari. Besoknya, mereka tingal meringkus monyet2 yg tangannya terjebak didlm botol tak bisa dikeluarkan. Kok, bisa ?

Monyet2 itu tertarik pada aroma yg keluar dari setiap toples. Mereka mengamati lalu memasukkan tangan utk mengambil kacang2 yg ada di dalam. Tapi karena menggenggam kacang, monyet2 itu tdk bisa menarik keluar tangannya. Selama mempertahankan kacang2 itu, selama itu pula mereka terjebak.

Toples itu terlalu berat untuk diangkat. Jadi, monyet2 itu tdk akan dapat pergi ke-mana2!

Mungkin kita akan tertawa melihat tingkah bodoh monyet2 itu. Tapi, tanpa sadar sebenarnya banyak manusia melakukan hal yg sama spt monyet2 itu.

Mereka mengambil dan mengenggam dunia ini sebanyak2nya, menyeret mereka dalam kerakusan dan ketamakan. Tak sadar bahwa ketamakannya itu telah menjebaknya dalam lubang permasalahan yg berat, tak sedikit yg terseret dlm penjara, bahkan banyak pula yg kehilangan nyawa  saling berbunuh2an krn harta dunia.. layaknya monyet mengenggam kacang.
Andai saja monyet itu mengambil sedikit2  kacang itu dan memakannya tentulah dia selamat dan menikmati kacangnya..tapi ketamakannyalah yg membuat tangannya terjebak dalam lobang hingga bisa jadi dia mati menggenggam kacang. Dan tragisnya dia bahkan tidak sempat merasakan kacang itu..

Andai saja manusia itu tidak tamak, mengambil dunia hanya sekadarnya saja..secukup utk bekal beribadah tentu akan selamat. Tidak terjebak pada penyakit hubbud dunya.
Banyak para salafus shaleh dahulu memberi contoh utk mengambil dunia itu hanya sekedar bisa menegakkan tulang punggungnya utk berdiri beribadah dgnya..

Semoga Bermanfaat...

MENGGENGGAM MASALAH.

Di Afrika, ada sebuah teknik yg unik utk berburu monyet di hutan Afrika. Si pemburu menangkap monyet dalam keadaan hidup2 tanpa hrs menggunakan senapan & obat bius.

Cara menangkapnya sederhana saja. pemburu hanya menggunakan toples berleher panjang & sempit. Toples itu diisi kacang yg tlh diberi aroma utk  mengundang monyet2 dtg. Setelah diisi kacang, toples2 itu ditanam dalam tanah dgn menyisakan mulut toples dibiarkan tanpa tutup.

Para pemburu melakukannya disore hari. Besoknya, mereka tingal meringkus monyet2 yg tangannya terjebak didlm botol tak bisa dikeluarkan. Kok, bisa ?

Monyet2 itu tertarik pada aroma yg keluar dari setiap toples. Mereka mengamati lalu memasukkan tangan utk mengambil kacang2 yg ada di dalam. Tapi karena menggenggam kacang, monyet2 itu tdk bisa menarik keluar tangannya. Selama mempertahankan kacang2 itu, selama itu pula mereka terjebak.

Toples itu terlalu berat untuk diangkat. Jadi, monyet2 itu tdk akan dapat pergi ke-mana2!

Mungkin kita akan tertawa melihat tingkah bodoh monyet2 itu. Tapi, tanpa sadar sebenarnya banyak manusia melakukan hal yg sama spt monyet2 itu.

Mereka mengambil dan mengenggam dunia ini sebanyak2nya, menyeret mereka dalam kerakusan dan ketamakan. Tak sadar bahwa ketamakannya itu telah menjebaknya dalam lubang permasalahan yg berat, tak sedikit yg terseret dlm penjara, bahkan banyak pula yg kehilangan nyawa  saling berbunuh2an krn harta dunia.. layaknya monyet mengenggam kacang.
Andai saja monyet itu mengambil sedikit2  kacang itu dan memakannya tentulah dia selamat dan menikmati kacangnya..tapi ketamakannyalah yg membuat tangannya terjebak dalam lobang hingga bisa jadi dia mati menggenggam kacang. Dan tragisnya dia bahkan tidak sempat merasakan kacang itu..

Andai saja manusia itu tidak tamak, mengambil dunia hanya sekadarnya saja..secukup utk bekal beribadah tentu akan selamat. Tidak terjebak pada penyakit hubbud dunya.
Banyak para salafus shaleh dahulu memberi contoh utk mengambil dunia itu hanya sekedar bisa menegakkan tulang punggungnya utk berdiri beribadah dgnya..

Semoga Bermanfaat...