JUMAT, 30 JANUARI 2015
Tafsir Surat Albaqarah Ayat 21-22
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (٢١) الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ (٢٢)
Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah padahal kamu mengetahui.
🍃Dalam ayat ini Allah SWT menjelaskan keesaan Uluhiyyah-Nya, bahwa Dia-lah yang menganugerahkan nikmat kepada hamba-hamba-Nya dengan menciptakan mereka dari tidak ada menjadi ada, serta menyempurnakan bagi mereka nikmat lahir maupun bathin. Dia menjadikan bagi mereka bumi yang terhampar seperti tikar sehingga dapat ditempati dan dihuni, yang dikokohkan dengan gunung-gunung yang tinggi menjulang, "Dan langit serta pembangunannya," (QS. Asy-Syams: 5) yaitu dijadikan langit sebagai atap. Sebagaimana Dia berfirman di ayat lain: "Dan Kami jadi langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya." (Al-Anbiyaa': 32)
🍃"Dan Dia telah menurunkan air hujan dari langit bagi Mereka." Yang dimaksud dengan langit di sini adalah awan yang turun ketika mereka membutuhkan. Lalu Dia mengeluarkan untuk mereka buah-buahan dan tanaman seperti yang mereka saksikan sebagai rizki bagi mereka dan juga ternak mereka Sebagaimana disebutkan pada banyak tempat di dalam al-Qur-an.
🍃Ayat ini menjelaskan bahwa Dia-lah Pencipta, Pemberi rizki, bagi alam semesta berikut penghuninya dan yang memberi rizki kepada mereka. Dengan demikian, hanya Dia-lah yang berhak diibadahi, tidak ada sekutu bagi-Nya. Oleh karena itu Allah berfirman, "Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui." (Al-Baqarah: 22)
🍃Dalam kitab Shahiih al-Bukhari dan Shahiih Muslim disebutkan dalam hadits dari Ibnu Mas'ud RA. ia menceritakan: “Aku pernah bertanya: Wahai Rasulullah, dosa apakah yang paling besar di sisi Allah?' Beliau SAW menjawab: `Engkau menjadikan tandingan bagi Allah, padahal Dia yang telah menciptakanmu." [(HR Al-Bukhari (no. 4477), Muslim No 86)].
Demikian juga hadits Mu'adz RA: 'Tahukah engkau apa hak Allah atas hamba-hamba-Nya? Yaitu mereka beribadah hanya kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun."[HR Al-Bukhari (no. 2856), Muslim 30)].
🍃Banyak ahli tafsir, di antaranya ar-Razi dan selainnya menjadikan ayat ini sebagai dalil yang menunjukkan adanya Sang Pencipta (Allah SWT). Ayat tersebut menunjukkannya dengan metode terbaik. Karena barangsiapa memperhatikan semua ciptaan-Nya, baik yang ada di bumi maupun di langit, perbedaan bentuk, warna, karakter, serta manfaatnya, dan semua itu diletakkan pada tempat yang mendatangkan manfaat secara tepat, niscaya ia akan mengetahui kekuasaan Penciptanya, meyakini hikmah, ilmu, kecermatan, dan keagungan kekuasaan-Nya. Sebagaimana dikatakan oleh sebagian Arab Badui ketika ditanya: "Apa dalil yang menunjukkan adanya Rabb?" Maka mereka menjawab: "Subhaanallaah, kotoran unta menunjukkan adanya unta, dan jejak kaki menunjukkan adanya orang yang pernah berjalan. Bukankah langit mempunyai gugusan bintang, bumi memiliki jalan-jalan yang luas, dan lautan mempunyai gelombang? Tidakkah yang demikian itu menunjukkan; adanya Allah Yang Maha lembut dan Maha Mengetahui?
🍃Maka barangsiapa yang memperhatikan ketinggian dan luasnya langit serta berbagai bintang, komet dan planet, juga merenungkan bagaimana semua benda itu berputar di falak (orbit) yang luar biasa besarnya pada setiap siang dan malam hari, dan pada saat yang sama masing-masing benda itu berputar pada porosnya. Juga memperhatikan lautan yang mengelilingi bumi dari segala arah, serta gunung-gunung yang dipancangkan di bumi agar menjadi tetap dan tidak bergoyang dan penduduknya dapat tinggal di dalamnya walaupun dengan bentuk permukaan bumi yang bermacam-macam dan berwarna warni.
🍃Demikian pula sungai-sungai yang mengalir dari satu daerah daerah lain yang membawa berbagai manfaat. Diciptakan juga berbagai macam binatang, tumbuh-tumbuhan yang memiliki rasa, bentuk dan warna yang beraneka ragam, padahal tumbuh-tumbuhan itu hidup pada tanah dan air yang sama. Maka semua ini menjadi dalil adanya Rabb Sang Pencipta, dan menunjukkan kekuasaan-Nya yang agung, hikmah, rahmat, kelembutan dan kebaikan-Nya kepada semua makhluk yang Dia ciptakan. Tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, hanya kepada Nya kami bertawakkal dan kepada-Nya-lah kami kembali.
Wallahu’alam bishshowab
Sumber : Tafsir Ibnu Katsir
Diterjemahkan oleh: Ummu Fathi
RTO/06/29/01/2015/Div.TSI-PSDMODOJ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar