Andailah suatu hari anak sy bertanya "Abi,, abi ingin aku menjadi apa?."
Rasanya sy ingin menjawab pertanyaan anak sy itu dgn;
"Nak, abi tak bangga kau sekolah tinggi2, karena abi yakin kemulian tidak bisa dicapai oleh gelar sekolahan.
Namun tetap sekolahlah sebaiknya, setinggi-tingginya. Tunaikan hutang abi kepada kakek-nenekmu, yg mereka mungkin telah mengubur harapan akan keberhasilan abi."
"Nak, abi tak daya menuntutmu menjadi anak shalih. Karena abi sadar dan rasakan betapa payah dan sulitnya menuju itu.
Namun tetap berusahalah shalihkan lahir-batinmu, karena itu adalah satu2nya cara untuk menyemai generasi shalih anak-keturunanmu kelak."
"Nak, abi bersyukur kpd Allah atas hadirmu, sehatnya lahirmu dan sejuknya menatapmu.
Namun abi pun sangat 'bersyukur' kpdmu, jika kau mampu selalu sehatkan imanmu, halalkan makananmu dan menjaga kehormatanmu."
* * *
Anak bagi kita tentunya merupakan sebuah karunia tiada tara, namun karunia sesungguhnya adalah tatkala anak kita menggamit tangan kita menuju surga-Nya, dan memakaikan mahkota dari cahaya ke atas kepala kita.
Semua itu dapat terwujud hanya bila kita mampu 'mewariskan' iman yg kuat kpd anak2
===================
ustz Muh. Faudil Adzim
Tidak ada komentar:
Posting Komentar