Ketika momentum Idul Adha memanggil setiap hati yang memiliki kepekaan sosial ... akankah hatiku menjadi bagian dari sejumlah hati yang tergerak untuk berqurban???
Qurban ... sebuah proses ibadah yang mencerminkan napak tilas keteladanan nabi Ibrahim a.s. yang rela mengorbankan putra tercintanya, Ismail a.s. Sedemikian besarnya kecintaan beliau pada Allah sehingga mampu mengorbankan anak yang telah ditunggunya selama lebih dari 90 tahun.
Subhanalloh ...
Adakah diriku ini mampu berqurban?
"Daging-daging (qurban) dan darahnya itu, sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhoan) Allah, tetapi ketaqwaanmulah yang dapat mencapainya. QS Al Hajj:37
Ya Allah ... dapatkah ku maknai sejatinya berqurban itu?
Saat cintaku pada-Mu mampu mengalahkan keangkuhanku.
Saat mahabbahku pada-Mu sanggup taklukkan hawa nafsu duniawi.
Saat hatiku bergembira membaca ayat-ayat cinta yang Kau kirimkan melalui kitab suci Al Qur'an.
Saat keseluruhan aktivitasku menjadi ibadah yang ditujukan hanya pada-Mu.
Saat keikhlasan akan ketetapan-Mu mewarnai hari-hari yang dijalani.
Saat mujahadah melandasi tiap ikhtiarku.
Saat totalitas menjadi pondasi atas semua tindakan pengorbananku.
Apalah arti nilai dari seekor kambing,seekor sapi atau hewan qurban lainnya ketika kita memahami bahwa realitas pengorbanan kita tersebut
mampu memberikan:
1. Senyum indah di hati yang jarang tersentuh kepedulian.
2. Kebahagiaan di jiwa-jiwa yang rindu jalinan silaturahmi kita.
Selamat ber-QURBAN saudaraku ...
Engkau masih diberi kesempatan di tahun ini ... Manfaatkanlah!
Mungkin Idul Adha tahun depan ... bukanlah menjadi milik kita lagi.
Bertindaklah ... menjadi setetes air yang menghilangkan kedahagaan.
Qurban kita ... dinanti mereka.
"Sesungguhnya Allah hanya menerima (qurban) dari orang-orang yang bertaqwa." QS Al Maidah:28
Semoga Allah menerima Qurban kita di tahun ini. Aamiin.
Salam FULL Semangat !!!
Lestari Kurniawati
PSDM/TM/34/28/09/2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar