Shobaahul Khoir..
Suatu ketika Abdullah bin Mas'ud melihat garis garis tikar di pipi Rosululloh, menagislah ia, dan berucap...
"Ya Rosululloh aku teringat kemewahan para kaisar Persia dan Romawi,mereka tidur diatas hamparan sutra yg lembut." Itulah yg membuatnya menangis.
Rasululloh yg mulia yg menerima wahyu dari langit tidur di ruang sempit dg alas tikar kasar, sedang pembesar kafir Persia dan Roma tidur dg segala kemewahan.
Rosululloh pun lalu berkata, "Tidakkah engkau rela mereka memiliki dunia sedangkan kita memiliki akhirat?"
Rosululloh itu tidak miskin, tapi hidup beliau memberi tauladan pd kita bahwa di dunia ini bila kita mengukur hidup dgn timbangan dunia, akan banyak hal hal yg
sangat menyesakkan.
Ada penjahat yg berteriak seolah manusia suci, ada keadilan yg hanya berpihak pada yg kaya.
Maka gemerlap dunia membutuhkan penyikapan yg arif, tdk menggunakan sisi kemanusiaan semata.
Dibutuhkan mata hati tdk sekedar mata kepala. Dibutuhkan ketajaman iman tidak semata kalkulasi duniawi.
Tidak mudah menerima "ketimpangan" itu lalu membaliknya menjadi penghibur hati dan penyubur iman, sebab kuncinya terletak pada kemampuan memandang dg hati.
ODOJ#482
Tidak ada komentar:
Posting Komentar